KONTRAPRODUKSI

” Mereka mengajak manusia berinfak, tetapi mereka sendiri kikir. Mereka mengajak manusia berakhlak, tetapi akhlaknya sendiri tidak terpuji. Mereka mengajak manusia berjihad, namun mereka sendiri bukan mujahid. 

Atau mereka mengajak untuk tawadhu’, tetapi mereka sendiri congkak, mengajak untuk ithar, namun mereka sendiri egois, mengajak untuk jujur namun mereka sendiri pembohong, mengajak untuk amanah akan tetapi mereka sendiri berkhianat, mengajak untuk senantiasa istiqomah namun mereka sendiri sering menyimpang, mengajak taat namun mereka sendiri bermaksiat, mengajak untuk selalu mencari yang halal namun ia sendiri selalu bergelumang dengan yang haram, dan sebagainya.

Hal ini dikatakan sebagai suatu kontraproduksi: sebagian mereka membangun, sedang sebagian lain meruntuhkan. Sebagian mereka menghimpunkan, sedang sebagian yang lain mencerai-beraikan. Sebagian mereka menarik simpati, sedang sebagian yang lain manimbulkan kebencian..”

Begitu petikan tulisan Allahyarham Ustaz Rahmat Abdullah dari naskah nya berjudul “Untukmu Kader Dakwah”.

Kontraproduksi.
fenomena yang membarah ini perlahan-lahan menghancurkan apasaja bentuk rawatan yang sedang memulihkan keadaan umat. Jika setiap hari semakin bertambah golongan yang jelik kepada Islam, ini lah salah satu punca besarnya. Jika setiap hari masih ada yang rasa benci kepada Islam, inilah salah satu punca besarnya.

Bahkan Jika setiap hari tetap ada muslim sendiri yang hilang yakin kepada islam, inilah salah satu punca besarnya.

Waktu perperangan Uhud menyaksikan gugurnya sahabat-sahabat agung dan kemenangan tidak diperoleh, kaum munafiq ada berdiri di celah-celah mereka. Kaum ini yang bersama-sama menghayun pedang, tetapi kaum ini jugalah yang melanggar arahan Rasulullah saw hingga menggoncang kestabilan barisan.

Seerah mengajar kita bahwa perkara yang serupa akan berlaku jika barisan pertempuran tidak bersih dari keberadaan jiwa-jiwa munafiq. Jiwa-jiwa ini berlindung di sebalik ikrar iman, tetapi hati dan anggota badannya tidak taat kepada Allah. Jiwa-jiwa ini akan melemahkan kekuatan dan menggoyangkan kesatuan. Jiwa-jiwa ini akan menjatuhkan bata-bata yang disusun letak oleh tangan-tangan yang jujur dan ikhlas, akhirnya, tidak ada apa pun yang dibina.

Lalu, Hanya akan wujud bangkai-bangkai terbengkalai.

Maka jika ditemui masih ada nilai-nilai kontrProduksi dalam diri, di situ juga ada urgensi untuk ia dihapusi. Tidak ada orang lain yang boleh dan layak hendak mengatakan siapa dan siapa sebenarnya dalam diam sedang merosak apa yang kita bina. Kerana itu waktu ini kita wajib memuhasabah dan mencermin diri serta hati.

Kita tidak mahu, menjadi orang yang meruntuhkan.

Ingat, kumpulan munafik itu akan sentiasa ada hingga berakhirnya hayat dunia.

Dan ia akan sentiasa ada di celah-celah orang beriman.

:. Huda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s